Monday, 18 October 2021



Enggak tau kenapa, beberapa waktu ini, aku jadi cowok yang melankolis banget. Denger lagu sedih dikit, ikutan sedih. Apalagi kalau denger lagu tentang orang tua. Udah auto mewek tuh. Sebagai perantau kelas junior, rasanya masih belum bisa tinggal jauh dari mereka. Masih pengen digendong aja. Tapi pas inget umur, kayaknya jauh dari orang tua adalah pelajaran dasar untuk menjadi dewasa.


Pernah nggak sih kalian merasa kangen banget sama keluarga, padahal dulu udah dikasih waktu bertahun-tahun dekat sama mereka. Merasa pengen cerita banyak hal ke mereka, padahal sewaktu ketemu nggak banyak bertegur sapa.


Asal kalian tau, begitulah seorang lelaki. Makhluk Tuhan yang diciptakan dengan beribu rasa gengsi. Enggan mengakui perasaan diri, namun banyak yang menuntut agar jadi makhluk yang menghargai.


Banyak wanita yang menuntut agar lelaki selalu peka. Padahal kami ini juga manusia biasa. Tidak sepenuhnya paham dengan segala bentuk isyarat yang ada. Tak bisa menebak isi hati yang sebenarnya.


Lelaki bukan tipe orang yang banyak bercerita. Namun sekali kalian dengarkan isi hatinya, sudah pasti dia telah kalian buat nyaman karenanya.


Btw, di postingan ini aku mau cerita beberapa kisah tentang kehilangan. Dimana kita tahu, kehilangan adalah salah satu bentuk cara Tuhan agar kita bisa ikhlas dalam menjalani kehidupan.


Aku menulis ini karena beberapa hari lalu aku baru saja kehilangan banyak sekali hal berharga yang kumiliki. Mulai dari Pakde dan kakekku yang meninggal di hari yang sama. Kemudian pamanku yang juga menyusul mereka 10 hari kemudian, lalu  salah satu anggota keluargaku yang mengalami keguguran setelah lama menanti momongan. Tak berselang sebulan, tetangga yang merawatku dari kecil juga ikut meninggal dunia. Semua berlangsung hanya dalam waktu sebulan. Semua itu lalu diakhiri dengan hilangnya laptop yang dengan cerobohnya kuletakkan sembarangan.


Pada awalnya aku merenung, "Ya Allah ... kenapa, sih, semuanya diambil? Aku masih butuh mereka."


Namun kemudian aku menyadari, bahwa merenung tidak akan mengembalikan mereka semua kepadaku. Ikhlas merupakan sikap terbaik yang harus ada padaku. "Ternyata begilah cara Allah mengajariku untuk menjadi orang sabar dan ikhlas," renungku kemudian. 


Aku begitu berlebihan. Menganggap Tuhan memberiku banyak sekali cobaan. Padahal sebenarnya itu adalah salah satu ujian dalam menjalani kehidupan, agar aku mendapat hadiah berupa kesabaran. 


Baiklah, ini adalah beberapa kisah nyata tentang kehilangan dari orang-orang terdekat yang pernah kutemui. Bacalah, agar kalian tidak pernah merasa bahwa cobaan kalian adalah yang terberat dari Tuhan di antara semua manusia. Bacalah, agar kalian tahu bahwa setiap manusia memiliki masalahnya masing-masing. Bacalah, agar kalian tidak berkata, "Enak ya jadi dia ... Hidupnya enak terus."


Kisah Alif

Alif adalah saudara sepupuku. Saat ini usianya sudah menginjak 18 tahun. Dia menjadi remaja yang mandiri dan tak pernah merepotkan orang lain. Namun di balik mandirinya seorang Alif, ada kisah menyedihkan yang pernah dilalui olehnya.


Tahun 2012, saat usia Alif masih sembilan tahun, dia dikaruniai seorang adik laki-laki. Aqsho namanya. Ibuku yang memberikan nama.  Diceritakannya bahwa Masjidil Aqsho adalah masjid yang sangat indah. Begitulah saat kelahiran Aqsho. Kehadirannya menjadikan suasana keluarga menjadi lebih indah.


Kebahagiaan Alif tak berlangsung lama. Setahun setelah kelahiran Aqsho, kakek Alif meninggal dunia. Padahal sejak kecil, ia dirawat oleh kakek dan neneknya. Hal itu disebabkan karena ibunya adalah seorang guru, sedangkan ayahnya menjadi tentara di Papua.


Beberapa bulan setelah meninggalnya sang kakek, nenek Alif pun meninggal juga. Hal itu membuat ibu Alif kemudian meninggalkan pekerjaannya dan berfokus untuk merawat Alif dan Aqsho.


Dua tahun kemudian, tepatnya di tahun 2014, ibu Alif sakit-sakitan hingga kemudian meninggal dunia. Menerima kabar itu, ayah Alif kemudian pulang dari Papua. Namun sayangnya, belum sampai di rumah, Ayah Alif juga meninggal dunia. Ini kisah nyata loh ...


Bayangin ... Alif dan Aqsho yang masih kecil, ditinggal oleh kedua orang tuanya dalam waktu yang hampir bersamaan.


Alif dan Aqsho kemudian dirawat oleh seorang bapak tua bernama Pak Wul.  Pak Wul sebelumnya adalah seorang perawat ibu tua yang tinggal di desa kami. Ibu itu sebelumnya adalah seorang kepala sekolah, namun sayangnya ia hidup sendirian hingga kemudian Pak Wul-lah yang merawatnya.


Tahun 2015 akhir, Pak Wul meninggal dunia. Alif dan Aqsho kemudian dirawat oleh bibinya di Sukabumi. Semenjak saat itu, aku kehilangan semua kabar tentang dia.


Tahun 2017, sewaktu aku tinggal di Bogor, aku berusaha mencari kabar tentang Alif. Alhamdulillah, setelah dua tahun mencari, aku mendapatkan informasi tentang dia. tepat di awal tahun 2019 aku menuju Sukabumi untuk menjenguk Alif dan Aqsho.


Alif di tahun 2019 sudah tumbuh menjadi remaja yang mandiri. Namun sayangnya, Alif bercerita bahwa di tahun 2017, Aqsho meninggal dunia karena paru-parunya bocor. Telinganya mengeluarkan darah. Saat itu usia Aqsho masih lima tahun.


Itulah kisah Alif. Setiap kali aku merasa kehilangan, aku selalu teringat kepadanya. Masih ada yang lebih berat kehilangannya dari pada diriku. Semoga dia diberikan umur yang panjang oleh Allah.


Kisah Depi

Depi adalah temanku waktu kecil. Dulu dia adalah perempuan yang manja dan centil. Namun sekarang, dia telah memiliki usaha kuliner pribadi yang dapat menopang hidupnya. Kita tahu, bahwa di balik terbentuknya karakter seseorang, selalu ada perjuangan di baliknya.


Depi yang kukenal waktu kecil selalu berpakaian mahal. Jika orangtuanya tak membelikan baju bagus untuknya, maka dia tak mau bersekolah. Depi hidup bahagia dengan orang tua yang sangat menyayanginya.


Ketika masuk usia ke-14 tahun, Ayah Depi meninggal dunia. Hal itu membuatnya menjadi anak yang pendiam. Depi waktu itu tak secentil dulu. Depi lebih banyak menghabiskan waktu untuk membantu ibunya di rumah.


Masuk usia SMA, Ibu Depi meninggal dunia. Depi yang pendiam kemudian menjadi Depi yang dewasa. Ia lebih siap dalam menghadapi segala hal. Setelah ibunya meninggal, Depi mencari uang dengan cara berjualan makanan di sekolah. Bahkan selulus SMA, dia membuka warung kuliner. 


Begitulah kisah Depi. Dari seorang yang centil dan manja, menjadi seorang yang mandiri dan dewasa. Semua adalah hikmah yang didapat setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.


Desi Anggi Sari

Aku punya teman bernama Desi. Dia baik dan supel kepada teman-temannya. Sewaktu sekolah, dia sering mendapatkan rangking.


Suatu hari, aku pernah bermain ke rumahnya. Dia mengajakku untuk mengintip aktivitasnya sehari-hari.


Sepulang sekolah, Desi menjadi tukang parkir salah satu  supermarket di Jombang. Hal itu dilakukannya karena sang ibu telah meninggal dunia, sedangkan ayahnya saat itu dalam kondisi lumpuh. Rumah Desi hampir digusur karena adanya perselisihan kepemilikan. Namun kemudian, ia berhasil menempati rumah itu karena bantuan berbagai kerabat.


Sepulangnya dari menjadi tukang parkir, Desi mengajakku berbelanja ke pasar. Ia berbelanja untuk kebutuhan memasak malam hari Yes ... Desi memasak untuk jualan di sekolah esok harinya. Ia yang memasaknya sendiri.


Sewaktu sekolah, Desi rajin berpuasa. Hal itu membuatnya lebih menjadi siswi yang hemat.


Gimana? Desi keren, nggak? Btw, aku dan Desi dulu pernah dikira pacaran karena saking deketnya. Wkwk.


***

Tiga kisah aja yang kutulis di sini. Setiap cobaan, pasti ada hikmah di baliknya. Setiap kali mentari tenggelam, bintang-bintang bermunculan. 

Sunday, 17 October 2021

 


Squid Game tampaknya masih menjadi serial terbaik bagi para pecinta drama, terutama drama Korea. Yups, film garapan Hwang Dong Hyuk ini berhasil menghipnotis para penonton agar menikmati setiap cerita yang disajikan di dalamnya. Serial Squid Game yang terdiri dari 9 episode dapat dinikmati di Netflix.


Squid Game menceritakan perjuangan banyak orang untuk mendapatkan uang, meski taruhannya adalah nyawa. Sebanyak 456 orang berada dalam satu tempat untuk berkompetisi pada sebuah permainan. Setiap pemain yang kalah akan tereliminasi dengan cara dihilangkan nyawanya.


Meski secara umum Squid Game bercerita tentang kekerasan, namun ada beberapa pesan moral yang bisa didapat dari serial ini.


Orang Tua Rela Melakukan Apapun Demi Kebahagiaan Anaknya

Seong Gi-hun yang diperankan oleh Lee Jung-Jae merupakan tokoh utama dalam serial ini. Seong Gi-hun tinggal bersama ibunya yang sudah tua. Ia telah bercerai dari istrinya karena permasalahan ekonomi. Hak asuh putri mereka jatuh ke tangan sang istri karena secara ekonomi, istri Seong Gi-hun jauh lebih baik. Hal ini dikarenakan mantan istri Seong Gi-hun telah menikah dengan seorang yang kaya raya.


Pada suatu hari, putri Seong Gi-hun berulang tahun. Ibu Seong Gi-hun memintanya agar membelikan hadiah yang terbaik. Karena tidak memiliki uang, Seong Gi-hun kemudian mengambil kartu ATM milik ibunya untuk digunakan sebagai taruhan.


Seong Gi-hun memenangkan taruhan dan mendapatkan hadiah uang yang banyak. Di tengah jalan seusai mendapatkan uang judi, Seong Gi-hun bertemu dengan seseorang yang pernah dipinjami uang olehnya. Seong Gi-hun kemudian tertangkap. Sayangnya, uang tersebut sudah diambil oleh seorang wanita ketika Seong Gi-hun dikejar oleh tukang tagih utang tadiSeong Gi-hun kemudian disiksa oleh mereka karena tidak bisa mengembalikan uang pada saat itu.


Dalam perjalanan pulang, Seong Gi-hun bertemu dengan seorang lelaki. Seong Gi-hun lalu diajak bermain olehnya. Setiap kali Seong Gi-hun kalah, ia akan mendapatkan tamparan yang cukup keras di pipinya. Namun jika ia menang, ia akan mendapatkan uang dari lelaki tersebut. Setelah kalah dan mendapat banyak tamparan, akhirnya Seong Gi-hun menang dan mendapat hadiah uang dari lelaki tadi. Uang tersebut kemudian dipakai oleh Seong Gi-hun untuk membelikan hadiah kepada putrinya yang berulang tahun.


Setelah mendapat paket hadiah dari permainan ambil boneka, Seong Gi-hun kemudian mengajak putrinya untuk makan malam di sebuah warung yang berada di tepi jalan.


Dari cerita ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa, seburuk apapun seorang Seong Gi-hun, ia rela melakukan apa saja agar anaknya bahagia. Meski cara yang dilakukan Seong Gi-hun salah, namun besarnya rasa cinta Seong Gi-hun kepada sang putri patut kita acungi jempol.


Uang Bisa Melupakan Segalanya


456 orang peserta yang ikut dalam permainan merupakan orang yang memiliki berbagai masalah, terutama dalam keuangan.


Selain Seong Gi-hun yang memiliki banyak utang, ada juga Cho Sang-wo, teman Seong Gi-hun, yang kuliah di Universitas Nasional Seoul namun memiliki banyak utang. Kang Sae-byeok, seorang pembelot Korea Utara yang ikut permainan agar dapat membayar broker untuk menemukan dan mengambil kembali anggota keluarganya yang masih hidup yang masih melintasi perbatasan. Jang Deok-su adalah seorang gangster yang memasuki permainan untuk dapat menyelesaikan hutang judinya yang besar.


Meski permainan dalam Squid Game mempertaruhkan nyawa, namun ratusan orang ini rela ikut agar dapat membawa pulang uang yang sangat banyak. Setiap ada nyawa yang melayang, baik karena tereliminasi atau dibunuh oleh peserta lain, hadiah akan bertambah 100.000.000 won. Hal ini membuat antar peserta berfikir agar nyawa peserta lain hilang, sehingga hadiah uang bertambah banyak.


Pada suatu malam, Jang Deok-su bersama timnya merencanakan pembunuhan besar-besaran agar jumlah peserta berkurang. Jika peserta berkurang, maka total hadiah uang bertambah dan peluangnya untuk menang semakin besar.


Kerja Sama Tim adalah Kunci Kemenangan


Bagi yang sudah menonton Squid Game pasti tahu bahwa salah satu permainan yang ada adalah tarik tambang. Dalam serial Squid Game, tarik tambang yang dimainkan bukanlah tarik tambang seperti yang biasa ada di masyarakat.


Tarik tambang ini dilakukan pada sebuah ketinggian. Tim yang kalah dalam permainan ini akan otomatis terjatuh dari tewas.


Sebelum permainan dimulai, peserta diminta untuk memilih kelompok tim, meski pada saat itu tidak diberitahukan informasi apapun tentang permainan. Seong Gi-hun memilih teman-teman dekatnya untuk dijadikan tim. Salah satu anggota timnya adalah kakek Oh Il Nam yang sudah tua renta.


Ketika panitia memberitahukan permainan yang akan mereka lalui adalah tarik tambang, tim Seong Gi-hun sangat terkejut. Hal itu dikarenakan timnya terdiri dari beberapa wanita dan satu kakek tua renta yang sudah terbatas kemampuan fisiknya.


Kekak Oh Il Nam kemudian memberitahukan strategi yang ia lakukan setiap kali memenangkan permainan tarik tambang. Atas kerja sama tim yang baik, akhirnya Seong Gi-hun dan tim berasil memenangkan permainan tarik tambang.

Monday, 13 September 2021

 

Desain produk by Lutfi Yulianto

Halo, Teman-teman. Udah lama ya aku nggak nulis lagi di blog ini. Banyak banget sarang yang harus dibersihkan dan harus dihias kembali ruangnya. Hehe.


Nah, pada tulisan kali ini, aku mau sedikit cerita tentang sebuah hal yang membuat diriku bersyukur kepada Allah. Sebenarnya ada banyak banget hal yang membuat diri ini bersykur. Namun aku akan cerita satu pengalaman yang mungkin bisa kalian ambil hikmahnya.


Tahun 2017

Kalau teman-teman udah agak lama ngintip blog ini, pasti tahu dong kalau tahun 2017 aku ikut program yang namanya Rumah Muda Indonsia (RMI).


Pada waktu program masih berlangsung, aku dan teman-teman RMI pernah mendapat tugas untuk membuat desain spanduk ajakan ke masjid. Aku yang sama sekali nggak paham tentang desain, langsung pusing.

Pada saat tugas tersebut sudah ditagih, kami semua diam. Belum ada satu pun dari kami yang sudah menyelesaikannya. Padahal sebenarnya, teman-temanku bisa. Kami kemudian diberi tambahan waktu satu hari. Aku tentu saja menggunakan tambahan waktu tersebut untuk belajar desain.


Esoknya, tugas tersebut kembali ditanyakan. Lagi-lagi, belum ada yang menyelesaikannya selain aku. Meski desain yang kubuat kurang menarik, namun justru desain itulah yang kemudian dicetak untuk ditempel di masjid. Semenjak saat itu, aku kemudian diminta terus untuk membuat desain-desain spanduk masjid.


Berawal dari tidak bisa, kemudian dibuat terbiasa, lama-lama aku menjadi suka. Begitulah kira-kira yang terjadi. Hehehe.


Tahun 2019

Suatu hari, Ketua DKM di tempatku tinggal mendatangiku. Beliau memang sering memintaku untuk membuatkan desain spanduk di masjid. Namun hari itu berbeda.


"Tolong buatkan desain untuk cover produk saya dong," kata beliau.


Aku terdiam.


"Ustad bercanda aja, nih! Kan Ustad tahu sendiri kalau saya belum jago."


Aku sempat sedikit menolak, namun beliau tetap saja meminta. Akhirnya aku mengiyakannya.


"Berapa bayarnya?" tanya beliau.


"Waduh! Enggak usah, Ustad. Hehe. Ini juga cuma belajar. Nanti saya kasih harga, ternyata jelek dan nggak laku kan percuma."


"Ya sudah. Tolong buatkan dulu ya."


***

Beberapa hari kemudian, aku mengubungi Ustad itu. Kukatakan kalau desain yang kubuat sudah selesai, namun kubilang kalau desainnya standar saja. Tidak wow.


Beliau mendatangi dan melihat desain yang kubuat,


"Oke. Saya suka. Tolong kirim nomor rekening kamu ya." 


Ustad itu meminta nomor rekeningku. Dalam hati aku beranggapan bahwa beliau hanya menghiburku saja. Aku awalnya tidak memberikan nomor rekeningku, namun beliau memaksa.


***

Beberapa hari kemudian, Ustad itu menghubungiku, "Fi, makasih udah dibuatkan desain untuk produk saya ya. Alhamdulillah, hari ini ada yang order banyak banget."


Mendengar hal itu, aku gembira banget. Ketika desain yang kubuat menjadi keberkahan untuk orang lain, disitulah kebanggaan tersendiri untukku.


Dari sebuah keterpaksaan belajar desain di laptop, akhirnya ada rezeki tersendiri untuk orang lain dan, tentu saja rezeki untukku pula. Hehe.

Wednesday, 2 June 2021


Sejak masa PSBB berlangsung di Indonesia, produk frozen food mulai banyak digemari masyarakat. Selain karena lebih praktis, frozen food juga dipercaya kaya akan nutrisi. Selain itu, frozen food juga memiliki banyak sekali pilihan, mulai dari goreng-gorengan, makanan lokal, asia, sampai makanan barat.


Frozen food juga bisa lebih tahan lama jika dibanding dengan jenis makanan lainnya. Karena disimpan di suhu yang terjaga dan kedap udara, maka frozen food pun juga aman dari bakteri, dan tentu saja lebih higienis.


Frozen food bisa dibeli di banyak tempat, misalnya supermarket, minimarket, atau pasar. Tapi kalau mau yang lengkap dan banyak promo, kalian harus datang ke agen atau toko yang khusus menjual frozen food.


Nah, pada tulisan kali ini, aku akan kasih rekomendasi toko frozen food ke kalian semua. Karena aku saat ini tinggal di Bogor, jadi aku bakal kasih rekomendasi untuk di wilayah Bogor saja.


1. Dramaga Frozen food


Dramaga Frozen Food (DFF) adalah salah satu toko frozen food yang berada di Jalan Raya Tanjakan Cinangneng. Jaraknya kurang lebih 1 km dari kampus IPB Dramaga.


Toko ini mulai buka pertama kali pada tahun 2020. Meski masih baru, namun pelanggan dari DFF sangat banyak.

Jenis makanan yang dijual di DFF sangat bervariasi, mulai dari nuget, sosis, sea food, dll.


Salah satu produk yang aku sukai adalah Yogurt Sentulfresh. Aku udah nyobain yogurt ini dari waktu pertama kali di Bogor. Rasanya bikin nagih.

Biasanya kalau beli, aku dapat harga Rp10.000. Namun di DFF, aku dapat harga cuma 8.000. Dan yang lebih spesial, karena aku udah terdaftar jadi member/reseller DFF, aku dapat potongan harga lagi. Jadi harga yogurtnya cuma 6.000. Murah banget, kan!


Jika sudah terdaftar jadi member/reseller, pembeli cukup menyebutkan namanya, maka bagian kasir akan otomatis memotong harga belanja jika memang sudah terdaftar.

2. Ciomas Frozen Food
.

Ciomas Frozen Food berlokasi di area ruko daerah Padasuka, Kecamatan Ciomas, Bogor.

Hati-hati aja kalau datang kesini, karena pilihan frozed foodnya ada banyak banget. Bakal ngiler kalau udah masuk ke tokonya.

Selain terletak di dekat jalan raya, Ciomas Frozen Food memiliki area parkir yang luas.

3. Sadeng Frozen Food 

Mau cari tomyum? Atau mau cari makanan ala-ala Korea lainnya? Datang ke Sadeng Frozen Food aja!

Kalian bisa dapetin makanan-makanan itu dengan harga yang murah banget. Selain makanan korea, di Sadeng Frozen Food juga ada makanan cemilan seperti donat, kentang, roti burger, otak-otak, nuget, dll.

Harga Nuget di Sadeng Frozen Food, mulai dari 10ribuan. Namun, jika ingin dapat potongan harga, kalian hanya perlu daftar jadi reseller saja. Cukup bayar biaya reseller, maka kalian akan langsung otomatis terdaftar jadi reseller di Sadeng Frozen Food. Atau, kalau mau gratis, cukup belanja sesuai dengan ketentuan.

Sadeng Frozen Food berlokasi di Jalan Raya Leuwisadeng, tepatnya di depan kantor kecamatan Leuwisadeng.

4. Cibatok Frozen Food

Toko ini melayani pembelian di tempat maupun pembelian online. Cibatok Frozen Food buka selama sepekan penuh tanpa libur, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam.

Kalau males datang ke toko, kalian bisa langsung menghubungi kontak yang ada : 082213198464, lalu bakal ada yang anter ke rumah. Hanya melayani di area tertentu saja loh ya. Untuk area luar Cibatok, bisa dikirim melalui ekspedisi yang hanya butuh waktu sehari.

Tuesday, 1 June 2021

 


Tak terasa, sekarang sudah tahun 2021. Sudah hampir dua tahun nih, nggak nonton film di bioskop. Terakhir ke bioskop, di tahun 2019. Jadi kangen banget sama suasana bioskop. Semoga pandemi ini segera berakhir ya.

Oh iya, ngomongin tahun 2019 kemarin, ada banyak banget film berkualitas yang bakal kita kangenin. Salah satunya adalah genre horor. Setidaknya, ada 35 film horor Indonesia yang tayang sepanjang tahun 2019 kemarin. Jadi kalau dipukul rata, ada 2-3 film horor setiap bulannya. Wow!

Dari puluhan film horor tersebut, kali ini kita akan membahas 6 film yang paling horor di tahun 2019.

1. Perempuan Tanah Jahanam
Posisi pertama ada Perempuan Tanah Jahanam (PTJ). Film ini tak terlalu banyak memunculkan hantu. Tetapi meski begitu, PTJ sukses membuat suasana penonton menjadi sangat tegang. Sang sutradara, Joko Anwar, mengatakan bahwa film ini mulai ditulis sejak tahun 2009. 

PTJ menceritakan tentang seorang gadis bernama Maya (Tara Basro) yang hidup di kota besar tanpa dengan keluarga. Dia hanya punya seorang sahabat bernama Dini. Di saat usahanya membutuhkan modal, Maya mencari tahu tentang asal-usul dirinya. Akhirnya bersama Dini, dia mengunjungi kampung halamannya yang ternyata malah membuat suasana menjadi lebih tegang.

Teror mulai bermunculan saat mereka mulai memasuki kampung halaman Maya. Ada masa lalu yang membuat Maya jadi bahan incaran seluruh warga kampung. Namun dia sendiri tak tahu apa penyebabnya. Sebab, dia meninggalkan kampung itu saat masih kecil dan belum tahu apa-apa. Teror apa yang membuat Maya sampai hampir dibunuh?

2. Ratu Ilmu Hitam
Ratu Ilmu Hitam merupakan sebuah film remake yang disutradarai oleh Kimo Stamboel. Tidak tahu Kimo? Dia adalah salah satu sosok dibalik suksesnya film thriller Rumah Dara.

Aku sendiri udah yakin banget, kalau film horor digarap sama Kimo, pasti bakal keren abis. 

Dan ternyata, boom!! beneran dong ...

Film ini menceritakan kisah seorang lelaki yang ingin mengunjungi asrama tempat ia tinggal semasa kecil. Ia membawa istri dan anak-anaknya kesana. Ternyata, di asrama itu ada banyak sekali teror dan hal aneh. Ada 'ilmu hitam' yang menyelimuti asrama itu.

Mulai dari teror fisik sampai teror batin, semuanya lengkap ada di film ini.

Dibandingkan dengan PTJ, film ini jauh lebih membuat jantung deg-degan. Sama seperti film garapan Kimo lainnya, Ratu Ilmu Hitam juga memiliki banyak tayangan yang sangat sadis.

Ratu Ilmu Hitam tayang hampir bebarengan dengan PTJ. Ini menyebabkan jumlah penontonnya tak sebanyak PTJ. Sebab, promosi film ini sepertinya tak segencar PTJ. Meski begitu, film produksi Rapi Films ini pantas mendapat banyak jempol dari penonton.

3. Lampor
Temanggung merupakan sebuah kabupaten yang berada pada daerah pegunungan di provinsi Jawa Tengah. Menjadikan Temanggung sebagai latar cerita, film Lampor sukses membuat penonton ketakutan.

Film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto ini menceritakan keranda terbang yang suka menculik warga setempat. Kabarnya, film ini diangkat dari pengalaman sang sutradara sendiri. Keren!

4. Jeritan Malam
Film yang disutradari oleh Rocky Soraya ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Reza (Herjunot Ali) yang mendapatkan pekerjaan di daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Sayangnya, di tempat kerja baru malah banyak petaka yang mendatangi Reza. 

Film ini cukup membuat penonton ketakutan, meski ada beberapa adegan tak masuk akal di dalamnya. 

5. Pocong The Origin
Pocong The Origin adalah salah satu film horor yang diproduksi oleh StarvisionPlus. Meski rutin membuat film horor, namun Starvision jarang sekali membuat penonton kecewa.

Dari segi poster, film ini memang kurang meyakinkan. Tetapi kalau sudah nonton, pasti bakal ketakutan, apalagi kalau malam hari.

Film ini sukses mengembalikan kharisma pocong yang sudah sekian lama vakum dari dunia perfilman Indonesia. Sebenarnya cerita yang diangkat sangat sederhana. Namun yang cukup menarik dari film ini adalah, cerita yang ada sangat dekat dengan masyarakat. Ini membuat penonton jadi bisa merasakan suasana yang ada dalam film Pocong The Origin.

6. Si Manis Jembatan Ancol
Lagi-lagi, film remake adalah salah satu film yang sangat menarik untuk dibahas. Salah satunya yang baru saja tayang adalah Si Manis Jembatan Ancol. 

Film yang disutradarai oleh Anggy Umbara masih menceritakan tentang seorang gadis cantik yang dibuh di Jembatan Ancol. Kisahnya sama seperti film-film horor zaman dahulu. Dimulai dengan drama, kemudian pembunuhan, lalu diakhiri dengan balas dendam.

Si Manis Jembatan Ancol cukup bagus untuk menutup akhir tahun kemarin. 


Nah ... dari enam film di atas, mana yang menurut kalian paling seram? Atau kalian punya rekomendasi film lain? tulis di kolom komentar ya.