Saturday, 9 April 2022

Berlabuh Pada Dermaga yang Salah (Bukan Cerpen)


Suasana sekolah ricuh, ramai. Seluruh siswa baru tahun 2015 berbondong memasuki ruangan aula sekolah. Seorang anak lelaki berdiri di tengah lapangan dengan kedua tangan yang tengah menarik telinganya. Di depannya, seorang pengurus Osis berdiri dengan penuh ketegasan.

"Ucapkan lebih lantang!" 

Anak lelaki itu berteriak dengan raut muka penuh ketakutan, "Saya janji tidak akan telat lagi!!!"

Sementara aku tengah melihat kejadian itu, tetiba seorang teman mengagetkan diriku dengan sengaja, "Kenapa itu? Telat ya?" tanyanya dengan nada keras.

"Iya."

"Ayo masuk aula. Kau udah ditunggu anak-anak."

Seribu lima ratus siswa baru telah memenuhi ruangan aula. Suhu di dalam mendadak panas.

Siswa baru duduk menjadi dua kelompok. Perempuan menempati posisi kanan, sementara lelaki berada di posisi kiri. Di bagian tengah dikosongkan agar kami dapat berjalan sambil memantau setiap sudut tempat duduk siswa baru.

"Seluruh peserta Masa Taaruf Siswa dimohon untuk duduk tertib karena acara pembukaan agar segera dimulai." Terdengar MC mulai memberikan komando.

Aku berjalan ke depan, sembari sesekali memerhatikan dan memastikan bahwa seluruh siswa baru telah duduk dengan tertib. Mereka melempar senyum manis kepadaku. Salah satu ritual agar mendapat perlakuan baik dari kami.

"Dimohon untuk Kakak ketua Osis menempati kursi di depan."

Aku menuju kursi yang telah disiapkan. Di sampingku, kursi untuk kepala sekolah dan wakil-wakilnya telah terjajar rapi. 

"Widya, langsung dimulai aja," ucapku kepada MC agar acara segera dimulai.

Tak berselang lama, MC membuka acara. Kepala sekolah dan wakil-wakilnya pun kemudian memasuki aula. Mereka melempar senyum ramah kepada seluruh siswa baru sebagai ucapan selamat datang di sekolah kami.

MC mulai membuka acara. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik.

***
(dilanjut nanti, mau belanja ke pasar dlu)

No comments:

Post a Comment